Yang sedang semarak didunia entertainment tidak lebih dari sekedar “PESTA PERKAWINAN” yang mewah dan sejahtera. Orang yang mengadakannya berusaha untuk menampilkan sebuah pesta terindah jaman ini.
Jangan menutup mata apa yang harusnya anda lihat, anda sadari, anda dengar maupun yang ada didepan mata anda. Buat saya pribadi, pesta perkawinan tentu boleh dimeriahkan dan diwarnai berbagai pernak-pernik didalamnya. Tapi tentu ada batasan tertentunya.
Kita ambil saja satu contoh TV Show yang ada sekarang ini :
My Big Fat Fabulous Wedding (MTV)
Get ready for some serious wedding bling!
The Fab Life Presents: My Big Fat Fabulous Wedding is going behind the scenes of the most extravagant nuptials in America. These aren’t celebrity couples, just average brides and grooms — well, only if “average” means spending $450,000… on décor alone!
From Manhattan to Maui, each episode will follow one couple’s wedding planning process and will capture all the amazing details, tough decisions, and sky-high spending that goes into creating the most amazing celebrations. Whether it’s scouring Rodeo Drive for the perfect diamonds or flying in hand-picked flowers from Ecuador, watch as budgets balloon up to one million dollars and beyond.
My Big Fat Fabulous Wedding isn’t only about money and excess. It’s about the couples’ passion for each other, their obsession with getting it right, and their willingness to spend whatever it takes to impress their guests and pull off the wedding of their dreams!
Showtimes
Monday, 6.30pm (SG/HK), 7.30pm (MY)
Tentu acara TV ini ditonton seluruh orang diberbagai benua, apa yang membuat saya pribadi menjadi terheran-heran? Ini bukan lagi sekedar TV SHOW ataupun tontonan di Televisi kita sekarang. Ini sudah menjadi jamur-jamur yang berada disekitar kita.
Buka mata anda sekalian, acara ini menjadi satu propaganda yang menjadikan semua orang yang menonton mengikuti cara-cara yang seharusnya bisa lebih sederhana. Tentu ini seperti hidup di dunia kerajaan, wanitanya bisa merasakan seperti ratu dan laki-lakinya bisa merasakan seperti raja. Tapi apakah benar harus dengan cara membuang banyak uang untuk sekali pesta perkawinan (I wish..)?
2 Responses
Tapi justru yang kayak gini harus dicontoh bukan, bu?
Posted on February 26th, 2008 at 8:23 pm
Semua itu pasti ada sebab dan akibatnya kenapa ini dijadikan tv show dan ditayangkan di TV. Tergantung gimana caranya si pembuat dan penonton saling menyalahkan satu sama lain.
Posted on March 16th, 2008 at 11:39 am
Add A Comment