Cinta


Seratus kisah kasih telah kujalani, terhempas dalam situasi yang penuh dengan tanda tanya seperti apa yang namanya cinta…

Saat mataku terbuka, dia bukan orang yang ku suka, juga bukan orang yang ku kenal, juga bukan orang yang ku impikan, dia orang yang biasa, berjalan kaki kemana pun dia melangkah.

Aku mengenalnya karena waktu, dipertemukan saat yang tidak tepat, ia seorang artis yang sangat digemari para fans, banyak yang sangat ingin menjadi pasangannya, saat itu aku masih heran apa yang orang lihat darinya.

Aku dapat mengenalnya perlahan-lahan dengan waktu yang sangat singkat, saat itu aku banyak bertanya tentang siapa dirinya sebenarnya. Saat itu baru aku tersentak, aku mengenalnya seperti mengenal diriku sendiri…

Saat kumenatap matanya, aku melihat diriku disitu, melihat kosong nya hatiku, melihat kesepiannya batinku, siapa dia sebenarnya masih tetap jadi tanda tanya diriku…

Tertidurlah aku di sofa depan tv, kebetulan ia didekatku walaupun tidak bersentuhan tapi aku merasa adanya kehangatan dirinya walau hanya malam itu. Saat aku terbangun, ia tertidur didekat kakiku, aku terbangun kaget walau aku kembali mencoba menutup mataku lagi, kenapa dengan perasaanku saat ini kenapa denyut nadiku terasa berlomba-lomba, badanku tiba-tiba bukan lagi merasa hangat tapi panas yang tetap nyaman dari ujung kepalaku hingga ujung kaki.

Pagi itu, aku kembali tidur didekatnya walaupun bukan satu tempat tidur. Aku baru tau kenapa banyak fans yang menginginkan dekat dengannya, selain memang ia indah dipandang, rasa perhatian dan kasih sayangnya yang tulus dari hati lah yang membuatku pada akhirnya terbuai dalam cinta nya.

Aku tersentak kaget karena matahari telah diatas kepala, aku baru terbangun, kulihat ia masih tetap ada walaupun ia duduk di meja komputer seberang sofa yang kutiduri. Aku tersenyum melihat matanya serius menatap layar komputer, dengan manis nya ia bertanya “Sudah mau mandi? Kalau mau, airnya dihidupkan dulu”.
Astaga baik benar dirinya, bahkan saat itu pacarku pun enggan menyapa ramah diriku, tiba-tiba detak jantungku berpacu lagi, aku tersenyum, sadar akan diriku yang akhirnya merasakan cinta.

Keesokan harinya, aku memanggilnya lewat sebuah messenger karena saat itu aku butuh pertolongan dan hanya namanya yang masih menggantung dihatiku. Walau saat itu ia berada jauh dari tempatku, dalam keadaan hujan, ia tetap berusaha mendatangiku. Aku tersenyum saat ia datang, aku menyanginya walau saat itu aku masih takut untuk memberitahukan isi hatiku. Yang kulihat, ia berjuang demi melihatku tersenyum walau saat itu aku tak tau apa perasaan kita sama.

Kedekatan kami hanya sementara, lalu kami harus kembali lagi dengan kenyataan, kembali lagi ke hidup yang penuh dengan liku-liku. Yang kutahu, 3 tahun berlalu aku masih tetap mencintainya walaupun aku tak tau apa ia sudah bersama yang lainnya atau bahkan tidak pernah merasa apa yang kurasa selama ini.

Satu setengah tahun kemudian, aku datangi ia dengan 1001 alasan agar ia mau menemuiku, padahal saat itu aku hanya merindukan dirinya yang dulu, entah apa yang membuatku tetap mencintainya dan tak sedikitpun mengurangi rasa itu didalam hatiku. Kita jalan ke sebuah mall terdekat, aku bertanya dengannya, apa ia juga mencintaiku, ternyata jawabannya tak kuduga. Ya dia juga merasakan hal yang sama, ia juga mencintaiku, tapi ia tidak siap untuk melangkah lebih jauh yang aku tidak tau apa alasannya sampai dia begitu kekeh tidak mau menikahiku.

Akhirnya kuketahui alasannya, ia tidak mau melangkah lebih jauh karena ada seseorang yang juga menyukaiku dan ia tidak akan pernah mau untuk melukai hati orang itu. Walaupun 1 yang tidak ia ketahui, aku sakit. Merana karena sikapnya, lalu berjalannya waktu ia menjauhiku dan sudah 2 tahun lebih sejak itu, aku tidak pernah mengetahui kabar berita dirinya.

Sampai kapanpun, aku akan tetap menyimpan rasa cintaku, sampai kapanpun aku akan berusaha ada dibelakangnya walaupun ia tak pernah mengetahuinya… Hanya titik air mata ini yang akan menjadi saksi, hanya kata-kata dalam hatiku yang tau dan doa setiap sholatku untuk kebahagiannya dan hidupnya kelak serta Tuhan lah saksi utamaku, aku tetap mencintainya sampai akhir hayatku… Walau sekarang kau sudah tidak pernah perdulikan lagi keberadaanku serta perasaanku…

Tuhan, sampaikan salam cinta ku padanya… Dan aku tetap merindukan dirinya setiap hari…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s