Aku mencintaimu Diam karena Allah


Seorang pemuda anggap saja namanya S dan seorang wanita anggap saja E, saling mencintai dengan diam tanpa ada ekspresi yang terlihat dari kedua belah pihak, mereka berdua menjaga ikatan dalam doa. 

Pada akhirnya terjadilah percakapan online mereka.

E : Hai apakabarnya dirimu, mengapa sampai saat ini kamu diam tanpa kabar

S : Maaf aku sibuk

E : Kok kamu gitu sih?

S : Aku pribadi sebenarnya kurang nyaman berada diantara kamu dan fans kamu

E : Sebenarnya aku merasa kesepian tanpa kehadiranmu

S : tapi tanpa kehadiran kan kamu masih bisa gangguin lewat chat 

E : Kenapa sih kamu ga mau terima aku care sama kamu

S : Oh terima kok. Cuma aku kan sudah bilang relasi antara manusia itu dangkal kalau hanya di labeli dengan suka atau tidak suka. ada jutaan variasi lainnya dari relasi antar manusia

E : Cuma pengen bisa sama kamu

S : tapi manusia harus selalu siap suatu saat akan sendiri. proposional

E : selalu bahasa intelektual yang kamu bahas

S : aku ada kerjaan, E. Cabut ya

E : oh ok kabari aku lagi kalau kamu online

S : Au revoir

E : ga ngerti

S : nah kalau orang bilang adieu juga selamat berpisah tapi tidak untuk kembali

E : oh ok bye

————-

Keesokan harinya E mengirimkan pesan singkat 

E : Hey kamu apa baik-baik saja, masih sibuk kah kamu disana, kenapa ga ada kabar berita

————–

Tanpa ada balasan apa-apa, E penasaran kenapa tidak dibalas-balas, akhirnya ia kembali mengirimkan pesan :

E : are you alright?

—————

Pesan singkat itu tidak pernah dibalas pada akhirnya E menelfon memastikan apakah S baik-baik saja disana

E : hai S apa kamu baik-baik saja?

S : ya baik-baik saja

E : kenapa pesanku ga pernah dibalas?

S : ya aku sibuk tadi

E : tadi? itu pesan dari kemarin bukan hanya tadi dikirimkan

S : ya

E : kamu kenapa sih

S : ga papa

E : ya udah kalau kamu baik-baik aja

S : ok

——————–

Setelah telfon ditutup, S terdiam diri. Ia diam dan hanya membatin.

“Ya Allah, kirimkan lah salam dan doa ku selalu teriring untuk E, lindungilah ia dari marabahaya, berikanlah ia bahagia lahir batin karena aku tidak sanggup melihatnya menderita. Karena aku mencintainya maka aku takut untuk menunjukkan perasaanku dan nafsuku yang justru akan menjadi dosa yang sia-sia. Tingkatkanlah iman Islam nya agar ia selalu mengingatMu baik suka maupun duka.”

—————–

Keesokan harinya S menghilang dan tanpa jejak tidak pernah lagi berhubungan dengan E. Waktu berlalu, E memutuskan untuk menikahi pemuda lain. 

S berharap E akan lebih bahagia dengan menikahi pemuda lain karena ketidak sanggupan materi yang S miliki. S memilih untuk tetap sendiri hingga akhir, doa nya setiap hari.

“Ya Allah, karenaMu aku mencintai E, maka kuserahkan ia kepada yang lain agar ia lebih bahagia dengan yang lain. Cukup cinta ini kupendam dan kan kubawa selama-lamanya, jika Kau izinkan cukup berita kebahagiaan E lah yang sampai di telingaku. Jagalah E selalu, lindungilah ia dalam suka dan duka nya kehidupannya.”

——————–

Ternyata doa S tersampaikanlah kepada E, tak jauh beda doa itu sama persis seperti apa yang E sampaikan.

“Ya Allah, jika memang S bukan jodohku, jagalah ia baik suka dan dukanya, tingkatkanlah iman Islamnya selalu, lindungilah ia dari marabahaya dan sampaikan selalu salamku untuknya. Aku mencintainya dalam diam karena Allah, sehingga aku tidak akan pernah menyakiti hati suamiku.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s