Kamu MUNAFIK


Kenapa ya “Orang MUNAFIK” itu berani cuma ngomong di belakang, yang diomongin juga bikin orang lain sakit hati, katanya sarjana tapi kelakuan persis anak TK??? Katanya sering jadi Moderator, tapi begitu ketemu orang yang bermasalah dengannya langsung diam, Berani bicara sama orang lain yang jelas-jelas tidak mengerti apa pangkal masalahnya. Katanya Dosen tapi kok mengajarkan hal-hal yang buruk dan memperlakukan seorang wanita jahat. Tidak perduli dengan anak kecil dan memperlakukan anak tersebut seperti tikus.

Kalau perempuan pantas kayak gitu, mungkin ga akan aneh karena perempuan mulutnya agak lebih tapi kalau laki-laki berarti apa namanya dong kalau beraninya di belakang, begitu didatangin ga punya nyali sama sekali dan menghindar seperti orang ketakutan. Artinya kamu merasa punya salah, katanya sering sholat, dekat sama Tuhan, sikapnya kok ga Islami banget. Salah menilai semua positifnya, ternyata tak se perfect seperti penilaian sebelumnya. Padahal nilai kamu sebelumnya jauh lebih tinggi dari yang kamu pikir, drastis turun 180 derajat. Ibarat Tong Kosong Nyaring Bunyinya… 

Ternyata usia mu bukan jadi patokan manusia itu dewasa, ilmu yang didapati juga bukan satu jawaban manusia itu sudah berkembang, sudah pernah ke luar negri juga bukan suatu syarat menjadi lebih berwawasan, banyak teman di meja membuat kamu makin skeptis, ketika itu semua sudah dialami tapi kamu lebih memilih menilai orang dengan berbicara pada orang yang salah, artinya KAMU NOL BESAR. Yakin kalau kamu tak akan pernah punya sahabat dalam hidupmu. Tapi ingat, saat kematian datang, kamu ga akan bisa mengangkat kurung batangmu sendiri ke kuburan. 

Punya masalah bukan hal yang aneh buat saya, setiap saat saya punya orang untuk berdiskusi, berdebat, bermain kata, bahkan bermain pemikiran-pemikiran, tapi tidak pernah saya temui orang yang punya masalah teriak maling lalu lari dibalik batu besar. Walaupun saya bukan pengajar, setidaknya saya belajar untuk memahami dari sisi positif manusia bukan terhanyut dengan sisi negatif lalu dapat dengan seenaknya membicarakan negatif orang lain agar kamu dianggap pemenang. Oh Boy, kamu salah besar. Buka Al-Quran, bagaimana bila saudara semuslim membicarakan AIB saudaranya, seperti memakan bangkai. Namamu menyerupai Rasulullah, tapi kelakuanmu berbanding terbalik dengan Beliau, apa mungkin kamu ga punya kemaluan jadi bisa memperlakukan orang seenaknya sendiri.

Perbedaan Maling dan Laki-laki :

Kalau Maling : Dimana-mana maling ga akan pernah ada yang mengaku bersalah, sebisa mungkin bersembunyi, melihat orang lalu kabur lari, Menganggap banyak mata-mata, Selalu dihantui perasaan bersalah, Munafik dengan apa yang dibicarakannya, Tenggelam dengan satu masalah yang paling mudah, menilai orang semuanya sampah dan yang paling benar adalah dia.

Laki-laki dewasa : Dia menghadapi masalah tersebut, mendatangi orang yang bermasalah dengannya, Mau mengakui Bersalah, Tidak segan untuk mengatakan “Maaf”, Dia akan berani dengan apapun hal rintangan didepannya, menunjukkan dada nya untuk melindungi, Tak kan pernah membicarakan hal negatif orang lain, Jujur apa adanya dengan orang yang bermasalah (Bukan teriak dengan orang lain yang tidak mengetahui masalahnya).

Sekarang tinggal kamu yang tau, masuk kategori apakah kamu itu Maling atau Laki-laki Dewasa??? 

   

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s