Saya jenuh


 5 Bulan berlalu… 

( Mohon maaf apabila akhirnya saya tulis disini, karena saya sudah tidak bisa mengontaknya lagi and ask him what he done for us for all this year, cukup saya yang kamu terlantarkan jangan Millie Emillya )
Saya jenuh disalahkan… Saya jenuh disakiti… Saya jenuh diabaikan… Dimaki… Dibentak… Difitnah… Saya sedih melihat seorang anak tidak mau mengakui ayahnya… Mungkin memang Ayah nya yang tidak punya hati serta perasaan… Selama ini saya diam melihat semua yang diperbuat untuk saya dan anaknya, mencoba bertahan bertahun-tahun lamanya walaupun sering difitnah, diabaikan, bahkan saya tidak pernah mendengar ucapan, “terima kasih” atau “mohon maaf” dari mulutnya…
Let me share something for you, hoping that you will never get like what I did…
So… 
Perpisahan… ada anak-anaknya…
Apa ketika berpisah sang suami (bapak dari anak-anaknya) bertanggung jawab???
Tidak! Bahkan ulang tahun anaknya pun tidak ada kabar sedikit pun, selentingan “selamat” melalui email, sms, messenger, telfon, lenyappp… apalagi datang ke anaknya…
Tanggung jawab setelah perceraian pun seharusnya ada, baik secara batin seorang bapak kepada anak-anaknya, trus gimana anaknya???
Anaknya sakit pun diam, anaknya ulangtahun pun diam, hutang semasa dia nikah pun diam, pendidikan anaknya pun terbengkalai…
bagaimana kisah anaknya, anaknya terdiam membeku, gagal di sekolah, mencari sosok bapak (seseorang yang bertanggung jawab), bahkan hingga sekarang anaknya pun tidak pernah mau tau bapaknya, apa yang anaknya tanyakan dan jawab, “aku ga mau kenal lagi sama ayah, dia ninggalin aku lalu hilang, mungkin dia sudah mati”. 
Apa yang akan Kau pertanggung jawabkan nanti ketika di akherat, doa anak sholeh pun tak mampu kau jaga???
so… pelajaran buat seorang ayah/ibu yang berpisah, satu saat nanti saat kalian berpisah, jaga tanggung jawab kalian terhadap anak-anak kalian, tanggung jawab kepada Allah juga lebih penting, please jangan bilang kalian pernah umroh, khatam Al-quran, sholat, puasa, tapi anaknya saja pun diterlantarkan.
*dont ask me why I posting this dan saya tidak minta dikasihani*
PS : Saya termasuk orang yang terbuka, jangan menilai saya kecuali pernah tau apa-apa saja yang saya lalui, saya diam, saya tersenyum, bukan berarti saya tidak pernah punya masalah, PM saya terbuka selalu.

“Sayang sekali, seorang ayah, seorang bapak, seorang dosen, seorang pengajar, seorang laki-laki yang dulu sosoknya banyak dikagumi, seorang Cinematografer, seorang Sutradara, seorang yang mempunyai ratusan murid/mahasiswa, seperti inilah sikapnya ke anaknya, asal kamu tau ya, saya kecewa sama semua yang kamu lakukan, kita berpisah itu lumrah, tapi Millie anak mu yang kamu acuhkan berbulan-bulan lamanya, sudah mati kah hati kamu, percuma pendidikan tinggi ga ada itikad baik ke anaknya sendiri. Pintu rumah selalu terbuka untuk melihat anakmu, tapi memang kamu yang ga ada perasaan sama sekali.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s