Happy Mother’s day Mama


Untuk Ibuku dan untukku sebagai seorang ibu…

Menjadi ibu adalah suatu kemuliaan.

Lihatlah perlakuan Islam, dimana posisi ibu 3 tingkat diatas ayah.(HR.Muslim, HR.Bukhari)..

Menjadi ibu adalah peluang untuk berbenah diri,karena sang generasi memerlukan sosok ibu yang bisa memberi teladan, kasih sayang, & perhatian tanpa pamrih.(QS 46;15,17;23-24).

Karena, demikianlah “perjanjian” seorang ibu dengan Sang Pencipta-Nya, dalam merawat “titipan”-Nya.(QS 8;27-28),

Maka aku harus menepati janjiku karena akan Allah minta pertanggungjawabanku. (QS.5:1, QS.17:34, QS.13:19-24).

Pertanggungjawabanku adalah : apakah aku sebagai ibu yang dititipkan jiwa milik-Nya ini, sudah betul2 “mengisi” jiwanya dengan perilaku aku yang Qurani?

Aku sebagai ibu, tidak mempertanggungjawabkan perbuatan2 anakku, karena dia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri!

Menjadi ibu membuat aku belajar menjadi mentari, yang selalu memberi tanpa harap kembali.(QS 25;57,10;72,42:23)

Dalam Islam, ibu adalah “benteng” keluarga!

Dimana ibu adalah pendidik pertama dan utama buah hati. Yang pertama kali berinteraksi dengan anak, sosok pertama yang memberi rasa aman, sosok pertama yang dipercaya dan didengar ucapannya oleh anak.

Ibu adalah orang yang pertamakali “mengenalkan” Tuhan Sang Pemilik jiwa anak, mengenalkan satu2nya manusia yang menjadi suri tauladan umat manusia, mengenalkan untuk apa tujuan manusia diciptakan, dll.

Ibu…sebegitu mulia nya dia, sampai2 diumpamakan surga berada di bawah kakinya.

Dari ridhonya, kita akan mendapatkan ridho Allah. Murkanya akan mudah membuat kita mendapat murka Allah.

Jadi jelas! Bila kita ingin berperilaku selaras dengan Kehendak Allah Swt dan Rasulullah saw, jangankan melawan dan menyakitinya, berpikir untuk mengusiknya saja kita ngga akan berani!

Kenapa?

Karena Allah Swt dan Rasulullah saw menghendaki kita memuliakan orang tua, terutama ibu!

Jadi, kita berbuat baik kepada ibu, bukan karena beliau itu ibu kita. Tetapi karena aku menjalankan perintah Tuhan-ku.

Sehingga saat ibuku berperilaku tidak sesuai keinginanku, aku tidak terusik. Aku tetap mampu untuk selalu bisa berbuat baik dan memuliakan ibu. Sebab rewardku hanya dari Allah Swt!

“Walau engkau menggendongnya keliling Kabah tak bisa membalas jasa baiknya.” Demikian cerita seseorang dg Ibnu Umar.

Memuliakan ibu dalam satu hari peringatan, tentu tidak mungkin.

Karena MEMULIAKAN IBU BUKANLAH DENGAN KATA2, MELAINKAN DENGAN PERILAKU.

Dan perilaku adanya di 24 jam hidup kita.

Memfasilitasi kebahagiaan dunia akhirat ibu setiap waktu (mendoakan salah satunya), adalah juga salah satu bentuk ketaatan kita pada Allah dan Rasul-Nya.

Doaku:

“Ya Allah…

Ampunilah segala dosa2 kedua orang tuaku, lipatgandakanlah pahala amal ibadahnya.

Ya Allah…

Jadikanlah pengorbanan mereka dalam membimbing, membesarkan dan membinaku, menjadi amal soleh yang membuat mereka sekarang hidup nyaman di Alam Kubur, dan kelak Surga di Alam Akhirat.

Ya Allah…

Kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihi aku semasa hidupnya.

Limpahkan Rahmat-Mu ya Allah.

Ya Allah…

Jadikanlah cobaan2 hidup mereka, sakitnya mereka dan musibah yang menimpa mereka, sebagai penggugur dosa2 kedua orang tuaku, sebagai peningkatan derajat mereka dan memberatkan timbangan pahala mereka.”

Amin YRA.

‘Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada lukman,yaitu.”bersyukurlah kepada Allah ! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, dan Maha Terpuji.

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya ketika dia memberi pelajaran kepadanya,”Wahai anakku ! Janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar- benar kedzaliman yang besar.

Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tua mu.Hanya kepada Aku tempat kembalimu.

Dan Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaatinya, pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu.Kemudian hanya kepada-Ku, maka akan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu kerjakan.”QS 31;12-15)

Kita boleh tidak mengikuti orang tua, tapi tetap terlarang menyakiti hatinya!

Dan catatan untuk diriku:

– Jadikanlah “surga di telapak kakimu” dengan kemuliaanmu sebagai seorang ibu!

Dan itu bukanlah impian yang bisa didapat hanya dengan berdoa! Tapi itu adalah TARGET! Sehingga aku akan abis2an melakukan upaya2\ikhtiar2 untuk meraihnya.

– Apakah aku masih “terusik” dengan perilaku ibu ku?

Kalau masih, berarti aku belum berperilaku selaras dengan Kehendak-Nya dan Rasul-Nya.

– Pada saat aku lebih “mementingkan” anakku dibanding ibuku, saat itu pula aku sedang “mengisi” jiwa anakku, bahwa “Jangan muliakan ibumu.”

Bagaimana aku memperlakukan ibuku, itulah yang sedang aku “isi” ke dalam jiwa titipan-Nya.

Maka seperti itulah anakku kelak akan memperlakukan aku!

Jadikanlah “surga di telapak kakimu” dengan kemuliaanmu sebagai seorang ibu!

SELAMAT HARI IBU DI SETIAP HELAAN NAFAS. KARENA SETIAP HELAAN NAFAS KU AKAN DIMINTA PERTANGGUNGJAWABAN.

copyright from Dr Inca Restu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: