Muslim tidak selalu benar


Lagi heboh masalah politik jadi mempengaruhi tentang agama, dari semua yang hadir di bumi ini mungkin tidak hanya Indonesia yang mengalami seperti itu, bahkan mungkin seluruh negara akan menggunakan itu untuk menghancurkan pola pikir masyarakat luas.

Tapi taukah kamu apa sih bedanya antara “Saya Islam” atau “Saya Muslim”

Biasanya jarang dari kita menyadari hal ini, tapi sudah beberapa tahun ini gue sendiri melihat bagaimana orang menyebutkan agama nya kalau ditanya orang lain. Banyak yang bilang antara Islam dan Muslim itu sama saja, tapi buat gue itu beda.

Ini bahan penelitian sosial gue tentang hal itu, ini hanya sekedar penelitian gue ya, bukan hal yang bisa menjadikan patokan dalam paradigma atau digunakan untuk menyerang kata-kata orang lain.

“Saya Islam”

Banyak sekali kita temui ini di negara asia, kalau ditanya pasti bilang “Saya Islam” tapi tidak pernah ada yang meneliti permasalahan ini, kocaknya gue punya waktu di sela-sela kesibukan gue yang ga jelas untuk memperjelas permasalahan ini hingga akhirnya gue berani nulis opini gue tentang hal tersebut.

Semua manusia yang beragama Islam selalu menyebut dirinya “Saya Islam” tapi tidak tau makna dan arti dari apa yang mereka ucapkan. Yes, ga ada salahnya sih. Emang masalah ya nad? Tidak! Hanya saja ada pengembangan dari apa yang kita katakan.

“Saya Islam” itu bisa diartikan di KTP, kita pasti menulis “Islam” mungkin tidak pernah ada yang menuliskan agama = muslim, ga akan ada. So ini unik yang gue temuin dalam hal ini.

“Saya Islam” beberapa waktu lalu banyak yang menggunakan kata ini untuk berteriak didalam ceramahnya, tapi mereka ga pernah ngerti, apa sih sebenernya yang mereka teriakkan itu. Untuk membakar semangat jamaah atau mengajak jammah perang.

Kalau bertanya, Nad emang kamu ngikutin politik? Tidak! Gue benci politik, ga pernah juga sependapat sama politik. Banyak orang yang menggebu-gebu akan hal itu, muncullah beberapa orang yang menyebutkan dirinya “habib” turunan nabi, haiyah… sak bodo teing, emang gue pikirin. Yang gue heran, kok banyak orang kita yang lulusan magister maupun doktor jadi tolol hanya karena politik membawa agama nya untuk membenarkan dirinya sendiri. Dan agama lain jadi dimusuhi dan menjadi permasalahan besar.

Ketika kita menyebutkan “Saya Islam” pernah ga berpikir bahwa itu hanya kata-kata aja, yang tidak mengartikan keseluruhannya saja. Contohnya, “Suami saya Islam” yakin kalau dia menjalankan perintahNya dan mengerjakan sesuai dengan kiblat Rasulullah? Belum tentu.

Percuma kalau menyebutkan “Saya Islam” tapi tidak mengerti rukun Islam itu sendiri, benar kah “Islam” mengajarkanmu untuk menghujat satu sama lain, menjelekkan agama lain. Tidak, Islam itu indah, Islam itu mudah dan tidak bersalah, yang bersalah adalah Manusia yang mengaku “Saya Islam” tapi tidak dapat menjabarkan apa-apa, mengaku “Saya Islam” tapi memusuhi agama lain dan mengaku dirinya paling benar, yakin akan masuk Surga, padahal sholat 5 waktu saja kita tidak akan tau benar bahwa sholat kita akan diterima sama Allah, kok sibuk ngurusin agama lain yang bersalah. Mereka yang bukan Islam tidak bersalah, kok bisa yakin banget sih kita paling benar???

Ingat saja peribahasa Padi, semakin berisi dia akan semakin menundukkan, bukan menunjuk orang lain yang bersalah dan menganggap diri kita yang benar. Oh Hello… Ilmu Islam itu luas, saudaraku… Yakin dengan umur mu yang kurang dari 100 tahun bisa menguasai semua Ilmu Islam dalam hanya sekejap, lalu bisa bilang orang lain itu salah. Oh No, coba baca lagi deh kisah nabi-nabi sebelumnya, sebelum Rasulullah, umur nabi kita sampai berapa???

“Saya Muslim”

Banyak dari kita juga menyebut dirinya “Saya Muslim” bukan Islam, benar ga? Ya benar aja ga ada yang salah. Tapi dalam pengucapan “Saya Muslim” terdengar lebih syahdu kebanding menyebut hal lainnya. Kenapa? Lebih masuk kepada pemikiran orang yang memahami agamanya. Disini gue ga bilang salah atau benar menyebutkan hal itu ya tapi opini gue lebih masuk.

“Saya Muslim” itu artinya kita lebih menundukkan kepala bukan makin angkuh dan menjadi sok benar. Manusia itu gudangnya dosa, termasuk juga gue paling banyak dosanya. Tapi di dunia kita diajarkan untuk saling mendengarkan, saling berkomunikasi dengan baik, bukan menghujat satu sama lain.

Apa artinya kalau “Saya Muslim” tapi besok kamu akan menunjuk agama lain itu salah, kamu benar??? Aneh!

Muslim diajarkan sama Rasulullah untuk berpikir, membaca, mendengarkan, bukan berarti kita salah atau benar dan memutuskan untuk dapat menilai ibadah orang lain, sedangkan ibadah kita saja belum tentu diterima sama Allah, kira-kira benar ga kayak gitu???

Mengikuti gaya politik dengan basis agama itu aneh buat gue, diri lo aja belom tentu diterima sama Allah kok bisa-bisanya menganggap hal politik itu agama lo sudah benar. Hello… lo siapa? Malaikat? Penerus Nabi? Kalo lo ga ngerti, mendingan lo diem aja, dari pada akhirat lo aja ga diterima tapi di dunia lo berkoar-koar masalah politik dengan basis agama.

Jujur aja aneh buat gue, pengikut habib bisa-bisanya bilang “Habib gue benar!” whatttt???

Tau dari mana lo kalo Habib lo benar, emang Allah sudah kasih jawabannya ke lo, berarti lo sudah mati dong kok bisa ketemu sama Allah. Wong Edan!!!

Setau gue nih, maaf kalau gue salah ya… Sampai detik ini saja gue ga pernah lihat sosok Rasulullah dimana-mana, tapi yang lo sebut “Habib” gue bisa lihat tampang nya sampai ke seluruh dunia. Aneh ga sih, katanya lo turunan Rasulullah, bisa kasih lihat sosok Rasulullah ga ke gue, terus kenapa tampang lo bisa ada dimana-mana, lo ngikutin ajaran siapa sih???

Masih bisa ya bangga dengan kostum sorban dan baju gamis panjang, tapi tampang lo aja ditaruh dimana-mana, Rasulullah yang gue banggain sampe sekarang, yang gue cintai aja, ga pernah satu kali pun gue lihat tampangnya, bangga gitu sama ajaran yang lo ajarin??? Hello… gue sih bukan “Habib” ya, tapi gue tau pasti kalau foto atau tampang ditaruh itu di abadikan salah!!! Yang benar itu ya ga ada publikasi nya, kan Rasulullah bukan Artis yang foto nya dipajang-pajang, nah lo siapa, katanya turunan Rasulullah, tapi kok ajarannya aja sudah belok ke kanan kiri. Yang kayak gini banyak banget pengikutnya, sudah tau gurunya salah, masih diikuti juga, wong edan!!!

Buat gue sih...

Apapun kita ya kita ikuti ajaran Rasulullah bukan mengikuti guru yang pasti punya dosa dan kesalahan.

Guru itu bisa salah, yakin gue! Gue juga suka mengajarkan orang lain, belum tentu juga gue bener, gue akui kadang gue bisa salah, malah justru kadang gue bisa aja belajar dari murid gue, orang lain, gue ga akan pernah bilang “gue benar” ke siapapun, karena gue yakin yang benar itu hanya Allah bukan Manusia.

Gue ga pernah menganggap Manusia apapun status dia, benar! Yang benar itu ya Allah, hadits dan Al-Quran. So masih bisa bilang, guru lo benar??? cek dulu coba sama Al-Quran, lihat sikap dan sifatnya, kalau foto atau tampang dia ada dimana-mana, sudah pasti dia punya dosa dan masalah.

Kalo gue ditanya, emang lo non muslim nad? Gue Muslim, guru gue Al-Quran dan hadits. Dimana gue harus belajar dari rukun Islam dan rukun Iman, gue pengikut Rasulullah, jadi gue ga pernah mengikuti orang lain untuk jadi guru gue, sudah cukup guru gue yang diturunkan Allah ke Rasulullah.

Selama guru atau penceramah mengikuti hal-hal menurut Al-Quran dan hadits dan tidak menghujat orang lain, gue pasti dengerin selebihnya, Tidak!!!

Maaf ini hanya opini blangsak gue aja, gue sudah pasti penuh dengan dosa.

Advertisements

5 Comments on “Muslim tidak selalu benar

  1. Gue Muslim 😉

    Yah, pada intinya kalau menganggap diri nya paling benar dan menyalahkan orang lain (ustad karbitan itu) berarti dia Udah selevel Allah.. karena sudah bisa menilai mana yang benar mana salah..😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: