Pelakor di pelakorin


Miris ya melihat video viral pelakor dan pelakor, lah bodo deh maap kalau salah karena ga baca tulisan lengkapnya. Jujur saya gemes lihat video nya, ketawa sih ga tapi gemes, akhirnya saya buat tulisan ini. Cuma saya punya tulisan ini nih semoga buat semua dapat penilaian dr mata seorang penulis jalanan dan semoga berubah menjadi baik… semoga aja ya, saya bukan Tuhan yang bisa merubah manusia.

Tulisan ini saya tulis buat kita semua yang suka melaporkan, buat status, pajang foto, semua dilaporkan di medsos biar melek deh…

Saya ini penulis jalanan, dari dulu nulis cerpen di majalah walaupun ga di seriusin, saya juga punya 5 web pribadi dan 1 web yang serius. Tulisan saya sih emang ga bermakna apa-apa, tapi mungkin bisa jadi pelajaran buat kita semua. Khususnya orang-orang yang bekerja di media, suka banget sama drama. Apalagi kadang kita menulis itu sengaja dibikin turun naik dan ritmenya makin menggoda dan bikin penasaran para pembaca. Dari hal ini, semua yang teman-teman tulis baik itu baik atau buruk, biasanya bisa jadi ide tersendiri apalagi media entertainment, makin besar gosipnya makin seneng karena banyak iklan dan sponsor yang akan masuk. Dulu saya pernah nulis kejadian nyata yang akhirnya pada tahun itu menjadi booming dan di share banyak orang, saya ditelfon sama media untuk ijin publish. Saya kaget lalu menghapus semua yang saya tulis, saya memang penulis dan seharusnya saya senang akan berita itu bisa mendapatkan uang tak terduga, tapi ternyata tidak!

Tau kenapa?

Karena itu AIB orang, jauh dibalik semua itu saya yakin yang punya masalah pasti punya hati nurani yang baik dan tidak ingin semua orang tau masalahnya. Kamu pikir dengan tulis status yang viral di medsos lalu orang akan menganggap kamu benar??? Salah besar, semua orang itu senang kalau kita jatuh… mereka ketawa bahkan mungkin akan lebih banyak lagi gosip yang kamu terima. Kembali lagi saya tulis disini, saya juga bukan orang suci tapi sedang belajar untuk menjadi baik. Tulisan saya insyallah bukan tentang baik buruk, hanya drama yang kadang terjadi di masa lalu dan tidak pernah mau mention nama asli karakter yang ada didalamnya.

Kembali lagi ke Tuhan ya, kita semua pasti percaya ada Tuhan, percaya atau tidak ada karma nya, saya lebih senang bilang disini, apa yang kamu tuai, itu yang kamu dapatkan… buat saya, semoga ini benar… jangan pernah melibatkan hati dan urusan pribadi di medsos ataupun ke orang lain, karena tidak semuanya benar, kita diajarkan untuk meminta pertolongan kepada Tuhan bukan di umbar (dimanapun kamu umbar ya…). Lebih baik hidup seperti Padi, makin isi dia makin menunduk… so buat kamu dan pengingat saya… semoga semua yang kamu alami tidak semua di umbar di media… Medsos itu jahat!!! apalagi Media!!!

Semoga ini menjadi pelajaran kita semua ya, semua keputusan attitude kamu didalam medsos itu tergantung kamu pribadi gimana menyikapinya. Silahkan yang mau share ya… its public!!!

Salam hormat saya, ananda dari Emil Taufik dan Damayantie Jahja Taufik serta bunda dari Millie Emillya dan mantan pacar Hendra Pay Arifin

Advertisements

2 Comments on “Pelakor di pelakorin

  1. Setuju lah..😃

    Siapa sih yang ga suka drama?? Bahkan yang tidak bernilai pun di buat dramatis
    😂.

    Yah.. emang asyik kok tunjuk sana tunjuk sini, buka sana buka sini..

    Eh apaan sih, aku ga nyambung deh

    • ya ga nyambung ga ada kabel listriknya bang, diambil aja dulu dr tiang listrik ya bang sama kaleng nya jangan lupa 🤪🤪🤪

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: