The Great Wall of Kotogadang


Tembok Besar Koto Gadang atau Janjang Koto Gadang adalah tempat wisata baru yang diresmikan pada 26 Januari 2013. Tembok Besar Koto Gadang berada di sepanjang jembatan yang menghubungkan Bukit Tinggi dan Koto Gadang, Sumatera Barat, dengan panjang 1,7 km dan lebar 2 meter. Menurut penelitian arkeologi terbaru adalah sepanjang 21.196.18 km.

Sejak peresmiannya oleh Menkominfo, Tifatul Sembiring, pada tanggal 27 Januari 2013 lalu, saya menyimpan keinginan untuk pulang ke kampung halaman suami barang sejenak, demi ingin menikmati destinasi wisata baru di Ngarai Sianok. Ini perkembangan dunia pariwisata Bukittinggi yang membanggakan, mengingat selama ini wisatawan yang ke Bukittinggi “hanya” ditawarkan pemandangan Jam Gadang, belanja di Pasar Ateh, memandang panorama Ngarai Sianok, merasakan hawa dingin dan kelamnya Lobang Jepang, bertamasya bersama para satwa di Kebun Binatang, menikmati Bukittinggi dari ketinggian dari atas jembatan Limpapeh, atau jalan-jalan ke Benteng Fort de Kock. Sekali ini, wisatawan akan diajak untuk berolahraga kaki di Janjang Kotogadang.

Di masa lalu, jembatan ini digunakan untuk mencapai Ngarai Sianok sebagai ikon Bukit Tinggi. Setelah gempa di Sumatra Barat, jembatan itu rusak. Jembatan itu diperbaiki, dan pada tahun 2013, jembatan dibuka sebagai tempat wisata baru di Sumatera Barat.

Janjang Koto Gadang Bukit Tinggi Tembok Besar Koto Gadang dibuat mirip dengan Tembok Besar China tetapi dalam versi yang lebih kecil. Terletak di Panorama, Bukit Tinggi. Ketika saya mengunjunginya, saya butuh 5 menit berjalan dari Lubang Jepang ke depan ke Koto Gadang. Ada 1000 langkah yang harus saya lalui untuk sampai ke Koto Gadang. Saat lelah, saya beristirahat dan menikmati pemandangan.

Janjang Koto Gadang Bukit TinggiSelama itu, saya disuguhkan pemandangan yang menakjubkan dari Ngarai Sianok, Gunung Merapi, Gunung Singgalang, dan sawah yang menggambarkan keindahan mereka. Saya menyaksikan kemegahan Ngarai Sianok Wall dengan ketinggian sekitar 100-200 meter. Memang, Sumatera Barat dikaruniai keindahan alam.

Lanskap yang indah sangat indah dengan tanah yang subur, tanaman hijau yang subur dan suhu yang sejuk. Itu adalah perubahan yang menyegarkan dari petualangan pantai saya. Ini adalah jenis tempat di mana orang berpikir untuk pensiun atau menjadi petani atau keduanya.

Tembok Besar Koto GadangBukit Tinggi adalah 90 kilometer sebelah utara Padang, tiga jam jauhnya dan dihubungkan oleh jalan mulus yang mulus namun licin. Kota pasar yang sibuk dikelilingi oleh sawah dan tiga – sejauh ini – Gunung Singgalang, Gunung Merapi dan Gunung Sago yang lebih jauh. Kota ini terletak 930 meter di atas permukaan laut dan dapat ditutup dengan berjalan kaki. Selain pemandangannya yang indah yang menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata terbaik, Bukit Tinggi juga merupakan pusat komersial di Sumatra Barat.

Great Wall of Koto Gadang ini menghubungkan Kota Bukittinggi disekitaran Goa Jepang pintu 3 dengan Koto Gadang Kabupaten Agam. tidak ada tiket masuk, cukup bayar tiket parkir kendaraan saja. Lokasinya sangat cocok buat yang menyukai trekking karena lokasinya masih alami dengan jalan yang berliku-liku. Trek keseluruhan sekitar 1.5 km naik turun tangga. Cukup melelahkan memang apalagi kalau treking disiang hari ( seperti yang kami lakukan huhuhu… ) Untungnya pemandangan Ngarai Sianok dan semilir angin memberi tenaga tambahan untuk mencapai ujung Jalan.

Dikutip dari Web Kompasiana & The Amazing Indonesia.

Kini Janjang Koto Gadang, dijadikan salah satu objek wisata untuk para pecinta petualangan dengan menghadirkan sebuah wahana tracking. Hal ini dikarenakan jumlah tangga yang banyak, serta anda akan ditantang melewati celah-celah tebing, sehingga kesan tantangannya sangat terasa. Belum lagi kelok-kelokkan tangga yang membuat perjalanan semakin terasa. Kalau capek kita  bisa beri-stirahat duduk di warung pinggir jalan  dekat ngarai sambil menimati masakan gulai itik atau karupuk berkuah.
Selama perjalanan anda menelusuri Janjang  anda tidak hanya disuguhi dengan banyaknya anak tangga untuk mencapai dasar lembah. Anda juga akan terpana melihat keindahan alam di sekitar dengan tegaknya Gunung
Marapi dan Gunung Singgalang yang tampak mempesona dari kejauhan. Hal inilah yang akan menjadi obat lelah anda karena pemandangan lainnya pun ikut serta menyegarkan pikiran. Selain itu, tak jarang beberapa satwa berupa kera akan tampak melintas, melewati ranting-ranting pepohonan. Tak kalah pula, nyanyian para burung pun menjadikan suasana terasa benar-benar alami.
Jangan khawatir soal fasilitas di Janjang ini, bagi yang membawa kendaraan pribadi, sudah disediakan sebuah lahan parkiran yang cukup luas. Sehingga tidak perlu khawatir meninggalkan kendaraan selama menyusuri petualangan  menuju dasar ngarai sianok. Selain itu, fasilitas lainnya seperti toilet umum juga sudah dibuat di wilayah objek wisata ini.
Yang tidak kalah menariknya bagi yang hobi travelilng, ada kegiatan lain yang bisa dilakukan di sekitar janjang, bisa bermalam di sekitar sini, sembari menikmati keindahan alam Bukit Tinggi dengan mendirikan
tenda atau camping. Sehingga tak hanya suasana kala terang yang akan anda nikmati melainkan pula, ketenangan malam yang di hadirkan di sekitar ngarai sianok dan Janjang Koto Gadang. Koto Gadang adalah
sebuah Nagari tempat lahirnya Pahlawan Nasinol H Agus Salim, koto
Gadang juga kampungnya Emil Salim.(*)

Jpeg

The Great Wall of Koto Gadang or Janjang Koto Gadang is a new tourist attraction which was inaugurated on January 26, 2013. The Great Wall of Koto Gadang is along the bridge connecting Bukit Tinggi and Koto Gadang, West Sumatra, with a length of 1.7 km and 2 meters wide. According to the latest archaeological research is 21,196.18 km long.

Since its inauguration by Menkominfo, Tifatul Sembiring, on January 27, 2013, I save the desire to return home to the husband of goods for a moment, for the sake of wanting to enjoy a new tourist destination in Sianok gorge. This is the development of Bukittinggi tourism world that boasts, as long as it is tourists who to Bukittinggi “only” offered views of Jam Gadang, shopping at Ateh Market, looking at the panorama Sianok gorge, feel the cold and darkness Japanese hole, picnic with animals at the Zoo, enjoy Bukittinggi from altitude from the top of the Limpapeh bridge, or the streets to Fort de Kock Fortress. Once this, tourists will be invited to exercise legs in Janjang Kotogadang.

In the past, this bridge was used to reach the Sianok Gorge as the icon of Bukit Tinggi. After the earthquake in West Sumatra, the bridge was damaged. The bridge was repaired, and in 2013, the bridge was opened as a new tourist attraction in West Sumatra.

The Koto Gadang Hill Great Wall Street Koto is made similar to the Great Wall of China but in a smaller version. Located in Panorama, Bukit Tinggi. When I visit it, it takes me 5 minutes to walk from the Japanese Hole forward to Koto Gadang. There are 1000 steps that I must pass to get to Koto Gadang. When I’m tired, I take a break and enjoy the scenery.

Long Koto Gadang Bukit Tinggi Soon, I was presented with a stunning view of the Sianok Gorge, Mount Merapi, Mount Singgalang, and rice fields that describe their beauty. I witnessed the splendor of Sianok Wall Gorge with a height of about 100-200 meters. Indeed, West Sumatra is blessed with natural beauty.

The beautiful landscapes are beautiful with lush land, lush greenery and cool temperatures. It was a refreshing change from my beach adventure. This is the kind of place where people think to retire or become farmers or both.

The Great Wall of Koto GadangBukit Tinggi is 90 kilometers north of Padang, three hours away and connected by a smooth but smooth road. Busy market town surrounded by rice fields and three – so far – Mount Singgalang, Mount Merapi and Mount Sago are further away. The city is located 930 meters above sea level and can be closed on foot. In addition to the beautiful scenery that makes it one of the best tourist destinations, Bukit Tinggi is also a commercial center in West Sumatra.

Great Wall of Koto Gadang is connecting the City of Bukittinggi around Goa Japan door 3 with Koto Gadang Agam Regency. no entrance fee, just pay for parking ticket of vehicle only. The location is perfect for those who like trekking because the location is still natural with a winding road. Overall track about 1.5 km up and down stairs. Quite exhausting indeed especially when treking during the day (as we did huhuhu …) Fortunately the view of the Sianok Gorge and the breeze gives extra energy to reach the end of the Road.

Quoted from Web Kompasiana & The Amazing Indonesia

Now Janjang Koto Gadang, used as one of the attractions for adventure lovers by presenting a tracking rides. This is because the number of stairs that many, and you will be challenged through the crevices of the cliff, so the impression is very felt challenge. Not to mention the twisted staircases that make the journey even more pronounced. If tired we can beri-break sitting at the roadside stalls near the canyon while heading to the cuisine of duck curry or kuah crackers.

During your journey through the Janjang you are not only treated to the number of steps to reach the bottom of the valley. You will also be amazed to see the natural beauty around with the upright of the Mountain
Marapi and Mount Singgalang that look dazzling from a distance. This is what will become your fatigue drug because other scenes also come to refresh the mind. In addition, not infrequently some animals in the form of monkeys will appear to pass, through the branches of trees. No less anyway, the singing of birds also made the atmosphere feel really natural.

Do not worry about the facilities in this Janjang, for those who bring a private vehicle, has provided a parking area is quite extensive. So no need to worry about leaving the vehicle during the adventure to the bottom of the canyon gorge. In addition, other facilities such as public toilets have also been made in the area of ​​this tourist attraction.

No less interesting for the hobby travelilng, there are other activities that can be done around the janjang, can spend the night around here, while enjoying the natural beauty of Bukit Tinggi by establishing
tent or camping. So not only a bright moment atmosphere that you will enjoy but also, the tranquility of the night that is present around the canyon sianok and Janjang Koto Gadang. Koto Gadang is
a Nagari birthplace Hero Nasinol H Agus Salim, koto
Gadang is also the village of Emil Salim. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: